Cara menulis artikel yang enak dibaca + Informatif

cara menulis artikel

Cara menulis artikel yang enak dibaca

Menulis artikel yang enak dibaca dan sekaligus informatif memiliki tantangannya sendiri. Enak dibaca terkait dengan cara penyajiannya. Sedang informatif terkait dengan muatan dari artikel tersebut.

Hal ini sangat penting sekali bagi anda yang menekuni pemasaran konten. Bagaimana membuat pembaca anda mau dan betah membaca artikel yang ditulis. Dan yang paling penting adalah melakukan apa yang menjadi tujuan dari artikel tersebut.

Nah, pada kesempatan ini kami ingin berbagi beberapa tips sederhana bagaimana menulis artikel yagn enak dibaca tapi juga memiliki informasi “daging”.

Untuk anda yang bergerak di jasa penulis artikel maupun content creator, skil ini penting untuk anda miliki. Sehingga kami sarankan anda membaca tulisan kami kali ini hingga tuntas. Kalau bisa catat poin poinnya.

Beberapa praktisi mengatakan bahwa artikel yang mudah dibaca adalah artikel yang mudah dipindai dalam waktu yang relative singkat.

Pernahkah anda mengunjungi blog, hanya dalam beberapa detik saja anda bisa mengetahui inti dari artikel tersebut. Jika tulisan tersebut sesuai dengan ekspetasi anda, barulah anda meneruskan membaca secara lebih detail.

Semakin mudah sebuah artikel dipindai, maka akan sangat membantu pembaca anda. Sehingga tujuan anda membuat artikel tersebut tercapai.

Lalu, artikel seperti apa yang dikategorikan pada artikel yang mudah dipindai?

Untuk memudahkan anda dalam memahaminya, berikut ini kami buatkan uraian lengkapnya untuk anda. Semoga saja membantu.

#1. Menggunakan Sub Judul

Biasanya artikel yang kita buat terdiri dari judul utama. Selanjutnya judul utama ini terdiri dari sub-judul bahkan sub-judul kadang juga memiliki subjudul lagi.

Artikel yang dibuat menggunakan struktur seperti ini akan lebih mudah dipindai dan dipahami oleh para pembaca, terutama pembaca online.

Jika artikel anda sedang membahas tentang “Jenis-jenis Bunga”, selanjutnya anda bisa membuat sub-judul dengan “Bunga luar ruangan” dan “Bunga dalam ruangan”. Selanjutnya masing-masing sub-judul ini bisa anda tambahkan lagi nama-nama bunganya.

Sampai disini kebayangkan seperti apa artikel yang menggunakan sub-judul dengan baik dan benar. Kami anggap anda sudah paham dan bisa mempraktekannya.

#2. Gunakan Paragraf Pendek.

Saat memesan artikel di “penulis freelance”, kami selalu menyertakan syarat agar artikel yang ditulis memiliki paragraph yang tidak Panjang. Biasanya hanya 3 baris saja. Kalaupun ada yang lebih itu kalau memang terpaksa.

Dengan paragraph yang pendek membuat artikel akan lebih mudah dibaca dan dipahami konteknya. Pada kondisi tertentu anda juga harus mengusahakan agar kalimat anda juga tidak terlalu Panjang sehingga maknanya tidak rancu.

#3. Gunakan daftar atau list

Selain menggunakan sub-judul, anda juga bisa membuat daftar pada artikel anda. Saya sendiri sangat terbantu memahami sebuah artikel jika disertakan listnya. Kita jadi tahu bagian-bagian dari sub-judul tersebut.

Format artikel dengan pola daftar ini sangat diminati karena memudahkan kita dalam memindai artikel yang akan dibaca. Jika sebelumnya kita ingin membuat artikel tentang bunga, maka akan sangat bagus kalua disertakan listnya.

Misalnya list “bunga dalam ruangan”.

  • Aloe Vera
  • Sirih Gading
  • Snake Plant
  • Aglonema

Gunakan list angka jika anda ingin mengurutkan berdasarkan prioritas. Sebaliknya, gunakan list selain angka jika tidak harus diurutkan berdasarkan prioritas.

#4. Gunakan Ilustrasi Visual

Tahukah anda, manusia memiliki 3 gaya belajar. Mulai dari visual, auditori dan kinestetik. Menariknya, gaya belajar yang paling mendominasi adalah gaya belajar visual. Dan itulah mengapa anda harus menyertakan ilustrasi visual pada setiap artikel anda.

Ilustrasi visual yang kami maksud adalah gambar : )

Bahkan, dengan visual gambar pikiran kita bisa menerawang jauh dari apa yang disajikan oleh artikel tersebut.

Satu gambar bisa mewakili 1000 kata. Begitu katanya.

makna gambar 1000 kata

#5. Menggunakan font yang tepat

Ini adalah bagian yagn sering dilewatkan. Terutama oleh pemilik blog.

Sering saya temui pemiliki blog yang mementingkan desain yang wow dengan mengabaikan pengalaman pengguna terhadap blog mereka. Salah satunya menggunakan jenis font yang sulit dibaca karena menggunakan style yang aneh-aneh : )

Kami menyarankan agar menggunakan jenis font yang mudah dibaca, ukuran yang pas serta digunakan secara konsisten diseluruh halaman website anda.

Setidaknya, itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menulis artikel yang enak dibaca serta mudah dipahami.

Jika anda berhasil menerapkan beberapa hal seperti yang kami jelaskan diatas, maka besar kemungkinan tujuan anda menulis artikel tercapai seperti yang diharapkan.